Siska Manik

Siska Manik
kalo nulis jangan di atas kaca, nulis di atas meja, teman - teman yang berkunjung ke blog saya jangan lupa tinggalin jejaknya .... ^_^

Jumat, 08 Juni 2012

Menjadi Istri Orang Kaya atau menjadi Kaya?

Ibu - ibu atau orang tua zaman dulu - mungkin sampai sekarang, sering kali mendoakan, mengarahkan, bahkan memaksa anak perempuannya untuk menikah dengan orang kaya. Banyak cara dilakukan oleh orang tua, mulai dari mencekoki pemikiran betapa enaknya menjadi istri orang kaya, memfasilitasi perawatan tubuh, pakaian yang bagus, sampai mencarikan jodoh orang kaya.

Banyak hal - hal yang bisa dilakukan sebagai perempuan untuk mendapatkan suami kaya adalah berkencan dengan bos. Rasanya kalau dalam lingkungan kantor yang menjadi incaran adalah the real boss, setidaknya orang nomor dua atau nomor tiga. Kalau yang umurnya sebaya atau beda dua sampai lima tahun rasanya masih bukan target utama sebab masih kurang kaya. Maka dimulailah segala cara untuk menggaet si bos agar tergoda. Bagaimana dengan status bos sebagai suami orang? "Emang gue pikirin? namanya juga usaha, ngapain juga nunggu pacar yang sebaya, tetapi belum tentu menjadi orang kaya, lebih baik the real boss yang sudah di depan mata". Begitu banyak kasus kehancuran rumah tangga yang di akibatkan para suami yang bos dipikat dan diikat dengan segala cara hingga meninggalkan keluarganya.

Cerita di atas menggambarkan betapa tidak percaya dirinya perempuan untuk menjadikan dirinya kaya atas usahanya sendiri. Perempuan secara tradisional diajarkan untuk tidak mempunyai keinginan bagi dirinya sendiri. Ia diciptakan dan dipersiapkan untuk melakukan tugasnya secara tradisional, seperti menjadi istri dan ibu. Jika ada perempuan yang berasil menjadi orang kaya, biasanya pertanyaan yang timbul adalah : Siapa suaminya? atau anak siapa? pemikiran masyarakat adalah pasti ia menjalankan usaha keluarga atau hanya membantu suaminya. Perempuan jarang langsung di akui sebagai orang yang berada di balik keberhasilannya menjadi orang kaya.

Untuk saya bagi perempuan sebenarnya penting sekali menjadi orang kaya atas usahanya sendiri. Bukan karena menjadi istri orang kaya terlebih lagi yang paling ancur jadi simpanan orang kaya. Perempuan mempunyai banyak keinginan akan barang atau hal-hal tertentu yang kadangkala susah diterjemahkan dengan akal sehat mengapa ia menginginkannya. tidak heran perempuan selalu menjadi objek utama bagi segala macam produk barang dan jasa yang memenuhi beragam keinginannya  tersebut. Jika menjadi kaya atas usahanya ia akan dengan mudah mewujudkannya tanpa harus menunggu persetujuan dari suaminya. Dalam kasus yang ekstrem, perempuan harus bertanggung jawab atas anak yang di lahirkannya jika suaminya meninggal atau meninggalkannya karena perempuan lain.

jika kita mempunyai kemampuan untuk mandiri, kelangsungan hidupnya yang terbiasa enak akan terus terjamin, atau jika sang nasib membawa pada kesengsaraan ia akan mudah untuk bangkit kembali dalam keterpurukan. Lain halnya jika ia tidak memiliki kemampuan mengelola uangnya dengan baik. Bisa jadi harta peninggalan suaminya yang sangat banyak pun bisa habis.

Jadi perempuan, ubahlah pemikiran yang ingin kaya dan enak dengan mempunyai suami kaya. Kalau itu bisa terwujud, nasib baik bagi yang mendapatklannya. Namun, jika tidak beruntung, dari pada frustasi mulailah berusaha menjadi kaya dengan usaha sendiri.

susah senang senang senang aja, yang penting hati tenang hidup nyaman.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More